Jumat, 23 Februari 2021 bagian kemahasiswaan Pendidikan Bisnis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan Coaching dalam rangka mempersiapkan tim bisnis mahasiswa untuk mengikuti Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan Akselerasi Start Up Mahasiswa Indonesia. Kegiatan ini diadakan melalui daring menggunakan zoom meeting dan mengundang 40 tim bisnis Pendidikan Bisnis yang memiliki bisnis sudah berjalan.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan FPEB, Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd, S.Sos, M.M. Selain itu dihadiri oleh Kepala Pusat Kajian Kewirausahaan FPEB, Dr. Bambang Widjajanta, M.M, Ketua Program StudiĀ  Pendidikan Bisnis, Dr. Puspo Dewi Dirgantari, S.Pd, M.T, M.M, dan dosen pendidikan bisnis KBK kewirausahaan Asep Ridwan Lubis, S.Mat, MBA selaku coach. KBMI dan ASMI merupakan rangkaian program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Kebudayaan.
KBMI merupakan upaya untuk mendorong munculnya wirausahawan muda di Perguruan Tinggi. Program ini juga mampu mendukung visi misi pemerintah yang tertuang dalam Renstra Kemdikbud untuk pengembangan wirausaha baru dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Program KBMI diharapkan juga dapat menghasilkan karya inovatif dalam membuka peluang usaha yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi. Manfaat mengikuti KBMI 2021 antara lain :

  1. Bantuan pengembangan usaha dari Kemdikbud dalam bentuk uang tunai maksimal Rp. 25.000.000,- per satu usaha mahasiswa.
  2. Pendampingan usaha melalui program Pendampingan Wirausaha Indonesia (PMWI) dan juga CEO Academy.
  3. Workshop pengembangan usaha oleh praktisi dan pengusaha muda.
  4. Jejaring mahasiswa berwirausaha dari seluruh Indonesia yang tergabung di Indonesia Student Entrepreneurship Network (ISEN).

ASMI merupakan rangkaian program kewirausahaan dalam Kampus Merdeka untuk pengembangan Startup (perusahaan rintisan) dalam bidang teknologi. Berdasarkan data yang disajikan oleh Direktorat Belmawa Ditjen Dikti Kemdikbud, Start-up Indonesia dimulai dari mahasiswa. Indonesia tangguh kualitas start-up yang dibuktikan dengan berdirinya start-up Decacorn yang memiliki valuasi perusahaan 11 milyar USD, empat start-up unicorn yaitu Tokopedia (7 miliar USD), Traveloka (4,5 miliar USD), OVO (2,9 miliar USD) dan Bukalapak (2,5 miliar USD). Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mendirikan Startup yang berkualitas global.
Adapun tujuan ASMI antara lain:

  1. Meningkatkan motivasi kewirausahaan dan membangun ekosistem startup di Indonesia dalam kalangan mahasiswa.
  2. Mengakseletasi startup mahasiswa indoensia untuk menjadi investor ready dan mempersiapkan startup mahasiswa Indonesia menjadi startup global
  3. Membangun network startup mahasiswa Indonesia.
  4. Mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

by: Asep Ridwan Lubis